Lampung Ditetapkan Sebagai Pusat Singkong Nasional: Strategi Gubernur Mirza Kejar Dominasi Thailand dan Vietnam

 



BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung resmi menyandang status sebagai lokasi National Cassava Center (NCC) atau Pusat Singkong Nasional. Keputusan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian PPN/Bappenas, serta dukungan dari Sungai Budi Foundation guna mentransformasi ekosistem ubi kayu Indonesia agar mampu bersaing dengan raksasa dunia, Thailand dan Vietnam.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa pusat riset ini akan menjadi motor penggerak produktivitas petani dan efisiensi industri tapioka di Bumi Ruwa Jurai.

Target Utama: Bibit Unggul dengan Kadar Aci Tinggi

Salah satu pilar utama NCC adalah pengembangan riset benih. Gubernur yang akrab disapa Mirza ini menekankan bahwa kesejahteraan petani sangat bergantung pada kualitas bibit yang digunakan.

“Tujuan kita jelas: mengejar ketertinggalan dari Thailand dan Vietnam. Bibit yang dihasilkan NCC harus memiliki kualitas unggul dengan kadar aci yang tinggi. Jika produktivitas meningkat dan kualitas acinya bagus, maka pendapatan petani otomatis akan naik secara signifikan,” ujar Mirza usai pertemuan di Universitas Lampung, Selasa (27/1/2026).

Kolaborasi Akademisi dan Infrastruktur Masa Depan

Pusat kegiatan NCC direncanakan berbasis di Universitas Lampung (Unila) dengan melibatkan profesor serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain pemanfaatan fasilitas yang sudah ada, pemerintah juga berencana membangun laboratorium riset mutakhir di kawasan Kota Baru.

“Programnya akan segera berjalan di Unila dalam waktu dekat, sembari kita menyiapkan fasilitas pendukung permanen. Ini adalah kerja kolaboratif lintas universitas untuk mempercepat inovasi teknologi pertanian,” tambah Mirza.

Membangun Ekosistem Hulu-Hilir yang Kompetitif

Pendirian NCC bukan sekadar tentang riset, melainkan upaya membangun ekosistem industri yang efisien. Dengan pasokan bahan baku berkualitas tinggi dari petani, industri tapioka di Lampung diharapkan mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional.

“Kami ingin tapioka Lampung kompetitif. Industri yang efisien berawal dari hulu yang kuat. Dengan NCC, Lampung akan menjadi wajah utama ketahanan pangan dan industri berbasis singkong di tingkat nasional,” pungkas Gubernur Mirza.

Post a Comment

Previous Post Next Post