Duka Tahun Baru di Way Lalaan: Dua Bocah Tewas Tenggelam, Keamanan Objek Wisata Tanggamus Jadi Sorotan





TANGGAMUS, 2 Januari 2026 – Perayaan hari pertama tahun baru 2026 berakhir tragis di objek wisata Air Terjun Way Lalaan 1, Kecamatan Kota Agung Timur. Dua anak laki-laki berinisial D (9) dan DS (10), asal Kecamatan Kota Agung Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran sungai air terjun pada Kamis (1/1/2026) sore.

Insiden ini memicu keprihatinan mendalam sekaligus menjadi peringatan keras terkait standar keamanan di lokasi wisata air di wilayah Kabupaten Tanggamus.


Kronologi Kejadian

Rombongan keluarga korban tiba di lokasi menggunakan angkutan kota sekitar pukul 14.30 WIB. Kedua korban langsung menceburkan diri ke aliran sungai untuk berenang. Naas, sekitar 30 menit kemudian, pengunjung melihat keduanya sudah dalam kondisi tenggelam.

Saksi mata, Hanizar (50) dan petugas pengawas Wahyuni (51), sempat berupaya melakukan penyelamatan dengan menyelam ke dasar sungai berkedalaman dua meter tersebut. Meski berhasil dievakuasi ke daratan dan dilarikan ke RSUD Batin Mangunang, nyawa kedua bocah tersebut tidak tertolong. Tim medis menyatakan penyebab kematian adalah kegagalan napas akibat paru-paru terisi air.

Evaluasi Keamanan Objek Wisata

Aliran sungai Way Lalaan di titik kejadian diketahui memiliki arus yang cukup deras dengan kedalaman yang berbahaya bagi anak-anak. Insiden ini mengungkap beberapa catatan kritis di lapangan:

  1. Minim Rambu Peringatan: Tidak adanya petunjuk visual yang jelas mengenai kedalaman dan zona bahaya.

  2. Kelemahan Pengawasan: Kurangnya jumlah personel pengawas (life guard) yang memadai dibandingkan dengan volume pengunjung saat libur tahun baru.

  3. Pengawasan Keluarga: Lemahnya pengawasan orang tua/pendamping saat anak berada di area perairan.

Langkah Tegas Pihak Berwenang

Pasca-olah TKP, pihak kepolisian telah mengeluarkan instruksi tegas kepada pengelola objek wisata Air Terjun Way Lalaan untuk:

  • Memasang Rambu Bahaya: Wajib ada tanda peringatan kedalaman di setiap titik rawan.

  • Peningkatan Personel: Menambah petugas pengawas yang bersertifikasi penyelamatan air.

  • Edukasi Pengunjung: Memberikan imbauan secara berkala melalui pengeras suara terkait pengawasan anak-anak.

Imbauan bagi Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengimbau kepada seluruh pengelola wisata alam dan para orang tua agar lebih waspada. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan biarkan anak-anak berenang tanpa pengawasan melekat, terutama di lokasi dengan arus liar," tegas otoritas setempat.


Jenazah kedua korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik perbaikan sistem keamanan pariwisata di Provinsi Lampung agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Post a Comment

Previous Post Next Post