PRINGSEWU – Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, menjalani agenda padat dengan menghadiri dua kegiatan strategis yang berfokus pada kesejahteraan rohani dan jasmani masyarakat. Dalam satu hari, Bupati menghadiri perayaan keagamaan Majelis Ahbabul Mustofa Pusat (AMP) sekaligus memimpin koordinasi transformasi lahan pertanian di Kecamatan Pardasuka, Kamis (29/1/2026).
1. Milad ke-17 Majelis AMP: Oase Spiritual Pringsewu
Bertempat di Lapangan Mars Pringkumpul, Bupati menghadiri Harlah Majelis Dzikir Rotibul Haddad Wataklim Ahbabul Mustofa Pusat (AMP) ke-17. Acara ini dihadiri ulama mancanegara, Habib Aqil Bin Husain Bin Syekh Abu Bakar dari Malaysia, serta tokoh-tokoh besar MUI dan Forkopimda.
Bupati Riyanto menyebut majelis dzikir sebagai oase yang menyegarkan rohani di tengah dinamika kehidupan yang kompleks.
"Semangat zikir ini harus memancar dalam perilaku sehari-hari, meningkatkan silaturahmi, dan memperkuat semangat gotong royong untuk membangun Pringsewu yang lebih baik dan dijauhkan dari bencana," ujar Bupati.
2. Konsolidasi Lahan: Modernisasi Pertanian di Pardasuka
Beralih ke sektor ekonomi, Bupati membuka Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Lahan Pertanian di Balai Pekon Pujodadi. Program ini bertujuan menggabungkan lahan-lahan kecil menjadi hamparan luas yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Capaian Konsolidasi di Pardasuka:
Pekon Pujodadi: 100 hektar (panen combine harvester) & 50 hektar (olah tanah TR4).
Pekon Wargomulyo: 40 hektar.
Pekon Sukorejo: 35 hektar.
Digitalisasi dan Mekanisasi Pertanian
Bupati menekankan pentingnya peran UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian) Karya Mandiri dalam mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual. Pringsewu kini mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi canggih seperti Drone Pertanian dan Traktor Roda 4 (TR4) Crawler untuk menekan biaya produksi.
"Konsolidasi lahan yang didukung mekanisasi dan teknologi adalah kunci meningkatkan hasil panen. Kita ingin petani Pringsewu lebih sejahtera dengan biaya produksi yang lebih rendah namun hasil yang lebih tinggi," tegas Riyanto Pamungkas.
Saat ini, UPJA Karya Mandiri telah diperkuat dengan berbagai armada mesin pertanian, meskipun Bupati mencatat perlunya perbaikan pada beberapa unit combine harvester dan traktor yang rusak agar operasional musim tanam mendatang berjalan maksimal.
Post a Comment