Wamendagri Bima: Sinergi Ekosistem Pariwisata Penting untuk Dobel Digit Economic Growth Menuju Indonesia Emas 2045


SEMARANG, 7 Desember 2025 – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinergi ekosistem industri pariwisata sebagai kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Hal tersebut disampaikan Wamendagri Bima pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/12/2025).

Faktor Pendorong (Push Factor): Target Ekonomi Tinggi

Bima Arya menyoroti bahwa push factor utama adalah momentum Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa untuk mewujudkan prediksi menjadi salah satu negara berpendapatan terbesar di dunia, Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi dua digit (double digit economic growth).

Wamendagri mendorong PUTRI untuk mengambil peran strategis dalam mempercepat pertumbuhan ini melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda).

"Jadi kita punya target tinggi, tapi kapasitas fiskal di daerah rendah. Di situlah konteks tourism industry [berperan], ruangnya di situ,” jelasnya.

Bima menilai sektor pariwisata Indonesia memiliki kekuatan besar karena diferensiasi wisata yang sangat kaya di setiap daerah, yang memerlukan kepekaan kepala daerah untuk membuka ruang kolaborasi yang optimal.

Faktor Penarik (Pull Factor): Kebutuhan Healing

Pada pull factor, Bima menyoroti tren kebutuhan masyarakat untuk "healing", khususnya di kalangan Generasi Z. Bisnis yang menawarkan pengalaman rekreasi yang menyegarkan semakin diminati, membuka peluang besar bagi sektor pariwisata.

Namun, ia mencatat bahwa tantangan terbesarnya adalah membangun ekosistem pariwisata yang kuat.

“Banyak yang destinasinya oke, tapi effort banget untuk [sampai] ke titik itu. [Misalnya], karena jalannya susah, flight-nya jarang, telat-telat, begitu ya, terus juga hospitality-nya jauh,” terangnya.

Bima berharap forum PUTRI dapat memperkuat ekosistem melalui keterhubungan antarpelaku. Ia menekankan bahwa masukan dari berbagai pihak, mulai dari ahli pemasaran, pakar algoritma media sosial, akademisi, hingga komunitas lokal, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas ekosistem tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post