PRINGSEWU, 17 Desember 2025 – Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengumumkan capaian positif dalam pembangunan kualitas hidup manusia di Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Pringsewu terus meningkat secara konsisten dalam empat tahun terakhir.
Data Peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) Pringsewu:
Tahun 2021: 73,98 tahun.
Tahun 2025: 74,92 tahun. (Angka ini berada di atas rata-rata UHH Provinsi Lampung yang tercatat sebesar 74,71 tahun).
Pengumuman ini disampaikan Bupati saat menghadiri prosesi Wisuda Sekolah Lansia Gimbar Alam yang diikuti oleh 196 lansia di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Rabu (17/12/2025).
Komitmen Mewujudkan Lansia "SMART" (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif)
Bupati Riyanto menegaskan bahwa peningkatan UHH ini merupakan indikator keberhasilan berbagai program kesehatan dan sosial yang dipersiapkan pemerintah daerah. Pemkab Pringsewu fokus mengurangi dampak penuaan seperti penyakit degeneratif dan sindrom geriatri melalui:
Layanan Kesehatan: Posyandu Lansia, pelayanan geriatri di RS, dan layanan home care.
Edukasi: Sekolah Lansia untuk meningkatkan kualitas hidup.
Promosi Gaya Hidup: Gizi seimbang, aktivitas fisik, dan interaksi sosial.
“Tentu harapannya menjadi lansia yang sehat, mandiri, dan produktif, serta bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga sekitar kita,” ujar Bupati Riyanto.
Apresiasi dan Inspirasi Generasi Penerus
Kepala BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Pringsewu serta LKS Pondok Lansia Gimbar Alam yang telah memasuki usia ke-4 tahun. Keberhasilan mewisuda 196 lansia ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Lampung.
“Teruslah menjadi agen perubahan yang positif dan berdaya guna, berkarya dan menginspirasi generasi penerus bangsa,” pesan Soetriningsih kepada para wisudawan.
Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu ke-97 ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Ketua LKS Pondok Lansia Gimbar Alam Nur Rohmah Sujadi, serta jajaran Forkopimda Pringsewu lainnya.
LAPORAN RANGKUMAN BERITA (7 OKTOBER - 17 DESEMBER 2025)
Sesuai dengan kumpulan data berita yang Anda kirimkan, berikut adalah ringkasan isu-isu utama di wilayah Lampung selama periode tersebut:
1. Krisis Hukum dan Korupsi di Lampung Tengah
Dinamika terbesar terjadi di Kabupaten Lampung Tengah. Bupati Ardito Wijaya terjaring OTT KPK pada 11 Desember 2025 terkait dugaan suap/gratifikasi proyek senilai Rp5,75 miliar. Hal ini mengakibatkan transisi kepemimpinan cepat, di mana I Komang Koheri resmi dilantik menjadi Plt. Bupati pada 17 Desember 2025.
2. Keamanan dan Kebebasan Pers
Terdapat dua isu menonjol:
Kasus Orang Hilang: Menghilangnya siswi SMK di Bandar Lampung, Mutiara Khairunnisa, yang memicu keprihatinan luas (16 Desember).
Intimidasi Pers: Insiden intimidasi terhadap jurnalis Kompas TV di posko bencana Aceh (11 Desember) yang memicu gelombang kritik terkait kebebasan pers dan transparansi pemerintah dalam situasi darurat.
3. Pembangunan dan Inovasi Daerah
Bandar Lampung: Wali Kota Eva Dwiana menargetkan bebas banjir tahun 2026 melalui program "Grebek Sungai".
Lampung Selatan: Wacana inovatif sistem parkir berlangganan untuk menekan kebocoran PAD.
Pertanian: Gubernur Mirza dan Wagub Jihan aktif mendorong penggunaan Pupuk Organik Cair (POC) dan teknologi pertanian (dryer) di Tanggamus.
Transmigrasi: Lampung mengukuhkan diri sebagai daerah asal transmigran yang sukses dengan mengirim 10 KK ke Sulawesi dan Maluku.
4. Indikator Sosial
Pringsewu menunjukkan performa unggul dalam sektor kesehatan masyarakat dengan peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) yang kini melampaui rata-rata provinsi, didukung oleh program pemberdayaan lansia yang progresif.

Post a Comment