Banjir Langganan Rendam Flyover dan Pasar Natar: Warga Tagih Janji Pemkab Lampung Selatan, Kritik "Sibuk Pencitraan"



LAMPUNG SELATAN, 27 Desember 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan kembali mengungkap rapuhnya sistem infrastruktur di Kecamatan Natar. Titik krusial seperti area bawah Flyover Natar dan kawasan Pasar Natar kembali terendam banjir parah, melumpuhkan aktivitas warga dan perdagangan sejak Kamis (25/12/2025).

Kondisi yang terus berulang ini memicu kemarahan warga. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan lebih fokus pada narasi pencitraan dibandingkan menyelesaikan akar permasalahan banjir yang sudah menahun.


Kronologi dan Dampak: 15 Rumah Terendam

Banjir dengan ketinggian mencapai 50 hingga 100 sentimeter ini menyebabkan air masuk ke permukiman dan merusak barang-barang milik warga. Setidaknya 15 rumah tercatat terendam akibat luapan air yang tidak tertampung oleh drainase.

Penyebab utama banjir ini diduga merupakan kombinasi dari:

  • Drainase Buruk: Ukuran gorong-gorong yang tidak memadai untuk debit air tinggi.

  • Sumbatan & Pendangkalan: Adanya tumpukan sampah, sumbatan saluran, serta pendangkalan sungai di sekitar area pemukiman.

  • Bangunan Liar: Keberadaan bangunan di bawah flyover yang menghambat aliran air secara alami.

Warga: "Kami Tidak Butuh Janji Manis di Baliho"

Kekecewaan warga memuncak karena merasa persoalan mendasar di Natar terabaikan, kontras dengan slogan pembangunan yang kerap dipampang pemerintah di ruang publik.

“Kami kebanjiran, pejabatnya sibuk pencitraan saja. Kami tidak butuh janji manis atau baliho kampanye. Kami butuh gorong-gorong diperbaiki agar kami tidak was-was setiap hujan turun,” tegas salah seorang warga yang terdampak di lokasi.

Respons Pemerintah Pasca-Sorotan Media

Setelah ramai menjadi sorotan, pada Jumat (26/12), Camat Natar bersama pemerintah desa dan UPT PU Natar baru terlihat mendatangi lokasi. BPBD Lampung Selatan juga mulai melakukan pendataan dan memberikan bantuan logistik darurat berupa sembako dan selimut.

Langkah darurat yang disiapkan pemerintah daerah meliputi:

  1. Pembentukan posko kesehatan bagi warga terdampak.

  2. Koordinasi pembersihan gorong-gorong yang tersumbat.

  3. Pengajuan bantuan lanjutan melalui Dinas Sosial.

Tuntutan Solusi Konkret

Masyarakat mendesak agar Pemkab Lampung Selatan tidak hanya melakukan penanganan reaktif saat bencana terjadi. Warga menuntut adanya normalisasi drainase secara menyeluruh dan perbaikan permanen pada gorong-gorong bawah flyover agar siklus banjir tahunan ini dapat segera dihentikan.

Post a Comment

Previous Post Next Post