JAKARTA, 10 November 2025 – Ustaz Yusuf Mansur kembali menjadi pusat perhatian publik setelah pernyataan kontroversialnya di sebuah tayangan YouTube yang menyatakan ambisi untuk maju sebagai Presiden dan berencana membeli saham YouTube untuk mengganti namanya menjadi "YouSuf". Pernyataan yang disebutnya sebagai "bercanda" ini memicu beragam reaksi keras dari warganet.
Sindiran BNN dan Janji Doa Berbayar
Selain ambisi politik dan bisnisnya yang tak biasa, Ustaz Yusuf Mansur juga disoroti karena praktik penggalangan dana melalui aplikasi PayTren dan siaran langsung. Ia menawarkan "doa khusus" bagi pengikut yang berdonasi dengan nominal tertentu, mulai dari Rp 50 ribu hingga puluhan juta rupiah.
Tawaran Doa Khusus: “Belum ada yang Rp 10 juta ini? Rp 10 juta, Rp 20 juta saya Fatihah khusus nih. Bismillah di-Fatihahin sama 500 orang,” ucap Yusuf Mansur dalam siaran tersebut.
Tindakan ini memicu sindiran tajam dari selebriti Dinar Candy, yang menyinggung, “Hallo BNN,” pada Sabtu (8/11/2025), yang diamini oleh warganet. Kritik publik menilai praktik ini sebagai "jualan agama" dan tidak sesuai dengan nilai-nilai dakwah.
Klarifikasi dan Kritik Publik
Ustaz Yusuf Mansur kemudian menjelaskan bahwa pernyataan mengenai ambisi presiden dan YouTube hanyalah "cuma bercanda, lagi ngetes saja". Ia juga membela praktik doanya, dengan menegaskan bahwa setiap doa diamini oleh ratusan penonton yang menyaksikan siaran langsung.
Meskipun demikian, kritik dari warganet tetap tajam:
"Nabi Muhammad tidak mengajarkan menjual dan belikan doa," tulis seorang warganet.
"Real jualan agama," komentar warganet lain.
Sikap publik yang menyoroti pernyataan dan metode penggalangan dana ini menjadi sorotan tajam di media sosial, memicu diskusi luas tentang etika dan batas dakwah digital, bahkan hingga mendorong seruan agar kasus ini diperiksa oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Post a Comment