Bandar Lampung, 26 November 2025 – Pemrintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyiapkan skema pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Pinjaman yang diajukan kepada Bank Jawa Barat (BJB) ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Lampung.
Kepala Bappeda Lampung, Anang Risgiyanto, menjelaskan bahwa pinjaman ini diajukan untuk meningkatkan fiskal gap Pemprov dan akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
"Pinjaman ini sebetulnya untuk meningkatkan fiskal gap kita, terutama akan dialokasikan untuk membangun infrastruktur jalan," kata Anang, Rabu (26/11/2025).
Target Kemantapan Jalan 90 Persen pada 2029
Proses administrasi pinjaman kini menunggu persetujuan akhir dari Kementerian Keuangan. Pembangunan jalan yang direncanakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mencakup panjang total 380 kilometer dan akan menggunakan konstruksi rigit beton dan perkerasan fleksibel.
Anang Risgiyanto menambahkan bahwa dana pinjaman ini ditargetkan mampu menopang pencapaian kemantapan jalan hingga 90 persen pada tahun 2029.
"Kalau saat ini jalan mantap kita sekitar 78 persen. Pinjaman dana ini ditargetkan memenuhi kemantapan jalan Lampung yang ditarget pada 2029 mendatang sebesar 90 persen jalan mantap," tutupnya.
Pinjaman daerah ini merupakan langkah strategis Pemprov Lampung dalam upaya mengejar target pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antar wilayah, yang berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Post a Comment