BANDAR LAMPUNG, 8 November 2025 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan pendidikan melampaui kemampuan akademik. Ia menekankan pentingnya pembentukan karakter yang kuat, berakhlak, dan berintegritas sebagai fondasi utama bagi generasi muda.
Guru: Bukan Hanya Mentransfer Ilmu, Tapi Membangun Kepribadian
Thomas Amirico menyoroti peran sentral guru, yang disebutnya sebagai "arsitek moral bangsa" dan orang tua kedua siswa, karena interaksi intens yang terjadi setiap hari di sekolah.
“Guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kepribadian, moral, dan etika siswa. Sikap, tindakan, dan tutur kata guru menjadi contoh langsung yang ditiru siswa,” ujar Thomas, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, karakter adalah fondasi penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beretika dan siap membawa perubahan positif di masyarakat.
Pendidikan dan Kebudayaan Tak Terpisahkan
Selain pendidikan formal, Thomas menilai bahwa pembentukan karakter juga ditopang erat oleh nilai-nilai kebudayaan. Ia menyebut pendidikan dan kebudayaan sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan, merujuk pada penguatan kebudayaan melalui UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Jika kebudayaan tidak dijaga, maka nilai-nilai luhur bangsa akan hilang,” jelasnya.
Thomas berharap para guru di Lampung semakin meningkatkan peran mereka dalam membangun karakter. Ia menutup dengan penegasan bahwa pendidikan karakter menjadi pondasi untuk melahirkan generasi yang berintegritas, bermoral, dan bertanggung jawab.

Post a Comment