Jakarta, 27 November 2025 – Kepala Pusat Studi Gender dan Anak UIN Jakarta, Wiwi Siti Sajaroh, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif yang signifikan, terutama bagi keluarga prasejahtera di daerah. Menurutnya, manfaat program ini tidak hanya sebatas pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi pemicu penting bagi motivasi belajar dan kehadiran siswa di sekolah.
Saat berbincang di kanal YouTube On Point Media, Wiwi Siti Sajaroh menyatakan dukungannya terhadap MBG. "Saya menyatakan iya, dalam arti kalau melihat dari beberapa hal, yakni dari ekonomi pastinya meringankan," ujarnya.
Bantuan Nyata di Daerah dengan Tantangan Ekonomi
Wiwi menyoroti bahwa manfaat MBG sangat besar bagi masyarakat yang kondisi ekonominya masih menantang. Ia menggambarkan realitas di daerah terpencil di mana banyak keluarga bekerja hari ini untuk makan hari ini, sehingga kepastian sarapan bagi anak-anak kerap terabaikan.
"Jadi jangan kita melihat di Jakarta, tapi di daerah, di perkampungan. Oke, mungkin di desa yang ada nasinya, karena penghasil beras, tapi lauknya ada tidak. Jadi MBG sangat dibutuhkan," tegasnya, menekankan perlunya melihat program ini dari perspektif masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
MBG Sebagai Motivasi Kehadiran di Sekolah
Selain manfaat ekonomi dan gizi, program MBG juga dinilai berperan strategis dalam sektor pendidikan. Wiwi menyoroti bahwa makanan bergizi dapat menjadi motivasi kuat bagi anak-anak untuk hadir ke sekolah.
"Bagi sebagian anak di daerah, kesempatan untuk makan makanan bergizi merupakan hal yang langka. Makanan saja menjadi motivasi, ingin makan bareng, bersama-bersama," katanya. Ia menambahkan, motivasi hadir karena makan dapat menjadi pintu masuk bagi proses pengajaran dan pembiasaan hidup sehat.
Apresiasi ini memperkuat pandangan bahwa MBG adalah program yang tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi sekolah, memperkuat kebiasaan makan sehat, dan mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia.

Post a Comment