Pengrajin Genteng dan Bata di Pringsewu Mengeluh, Produksi Tambang Tanah Liat Mandek


PRINGSEWU – Para pengrajin industri genteng dan bata di Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengeluhkan dampak serius akibat pengusaha tambang tanah liat menghentikan produksinya. Penghentian ini telah memicu sejumlah masalah krusial, mulai dari kelangkaan bahan baku hingga ancaman gulung tikar bagi ratusan pengrajin.

Keluhan ini mencuat pada Rabu, 24 September 2025, dan menunjukkan dampak kompleks yang merambat ke sektor ekonomi dan kualitas produk lokal.


Dampak Serius pada Industri Kecil
Penghentian produksi tambang tanah liat berdampak langsung pada operasional para pengrajin di beberapa kecamatan di Pringsewu:

Kenaikan Biaya Produksi: Para pengrajin terpaksa mencari bahan baku hingga 10-15 kilometer dari lokasi pabrik mereka. Jarak yang jauh ini menyebabkan biaya transportasi meningkat drastis dan modal usaha membengkak, sementara pendapatan pengrajin justru berkurang.


Penurunan Kualitas Bahan Baku: Pengrajin kesulitan menemukan lahan yang masih mengandung tanah liat berkualitas baik untuk pembuatan genteng. Kelangkaan bahan baku berkualitas tinggi ini secara langsung berimbas pada penurunan kualitas genteng dan bata yang dihasilkan.

Ancaman Gulung Tikar: Kombinasi kelangkaan, mahalnya biaya operasional, dan menurunnya kualitas produksi menimbulkan kekhawatiran serius. Dilaporkan, ratusan pengrajin di Pringsewu nyaris gulung tikar akibat kondisi ini.

Penurunan Produksi: Kelangkaan bahan baku secara otomatis mengakibatkan penurunan volume produksi genteng dan bata.

Desakan Solusi untuk Pemerintah Daerah
Meskipun Pemerintah Daerah Pringsewu dilaporkan berupaya mencari solusi, belum ada tindakan konkret yang berhasil mengatasi kelangkaan bahan baku secara menyeluruh. Selain itu, pemerintah juga dihadapkan pada masalah penambangan ilegal yang merusak lingkungan.

Secara keseluruhan, kondisi ini menyoroti perlunya intervensi cepat dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah pasokan bahan baku, demi menyelamatkan industri genteng dan bata yang merupakan sektor penting bagi ekonomi lokal Pringsewu.

Post a Comment

Previous Post Next Post