DPRD Lampung Minta OPD Serius Gali Potensi PAD





BANDAR LAMPUNG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih serius dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Desakan ini muncul dalam rapat dengar pendapat (hearing) antara Komisi V dan Komisi IV DPRD bersama OPD mitra kerja untuk membahas Rancangan APBD 2026.

Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, menilai beberapa OPD, khususnya di sektor kesehatan, masih memiliki peluang besar untuk memaksimalkan PAD.


Sektor Kesehatan dan Potensi Lainnya



Deni menyoroti potensi di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung. Menurutnya, kedua rumah sakit ini bisa mengoptimalkan PAD melalui program seperti pelatihan kedokteran dan layanan rehabilitasi bagi pecandu narkotika. "Tentu harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan agar masyarakat juga merasakan manfaatnya," tegas Deni.

Selain itu, potensi PAD juga dapat digali dari Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Daerah (UPT Labkesda) Dinas Kesehatan, melalui retribusi layanan laboratorium, sewa fasilitas, dan layanan medical check up.

Deni juga menyarankan kolaborasi lintas OPD. Ia mencontohkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bisa bekerja sama dengan perusahaan swasta dan OPD lain untuk memaksimalkan pendapatan dari pajak kendaraan, pajak alat berat, dan penggunaan air permukaan.


Peluang di Sektor Perhubungan dan Energi



Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Budi Yuhanda, juga memetakan potensi PAD di OPD mitra kerjanya. Menurutnya, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki peluang dari Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak bumi dan gas alam, serta pajak mineral.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung juga dinilai menyimpan potensi PAD dari aset dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikelolanya. Peluang serupa juga ada di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), terutama dari pajak alat berat.

"Potensi di ESDM ini bisa hingga Rp2 miliar, DLH juga Rp2 miliar yang bisa terkumpul dari sektor pertambangan. Selebihnya kita upayakan dari BUMD kita," pungkas Budi.

Post a Comment

Previous Post Next Post