Affan Kurniawan, Ojol yang Pergi dalam Aksi dan Diiringi Ribuan Rekan Seperjuangan





Suasana duka menyelimuti kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat pagi (29/8/2025). Di sebuah rumah sederhana, jenazah Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) berusia 27 tahun, disemayamkan sebelum dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.

Tangis keluarga pecah ketika ribuan pengemudi ojol berdatangan, satu per satu mengucapkan belasungkawa. Tak kurang dari seribu motor berderet di jalanan, menciptakan lautan jaket hijau yang seakan menjadi tanda persaudaraan terakhir untuk Affan.
Sahabat yang Setia, Ayah yang Bertanggung Jawab

Bagi rekan-rekannya, Affan dikenal sebagai sosok yang ringan tangan dan selalu siap menolong. Hafi (40), akrab disapa Ompong, mengatakan almarhum adalah teman seperjuangan di jalanan.
“Affan itu orangnya baik, nggak pernah ngeluh. Makanya kita kompak ngawal sampai ke makam, ini bentuk penghormatan terakhir,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di mata keluarga, Affan adalah tulang punggung. Sehari-hari ia bekerja keras demi membantu orang tuanya dan menafkahi adik-adiknya yang masih sekolah. “Dia anak yang berbakti, nggak pernah bikin susah orang tua,” ungkap seorang kerabat di rumah duka.
Kepergian yang Mengguncang Hati Sesama Ojol

Kabar wafatnya Affan karena terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta membuat geger komunitas ojol di seluruh Indonesia. Dari Semarang hingga Medan, dari Lampung hingga Surabaya, doa dan solidaritas mengalir tanpa henti.

Di sejumlah kota, driver ojol menggelar doa bersama, menyalakan lilin, dan bahkan melakukan konvoi hening untuk mengenang almarhum. Bagi mereka, Affan bukan sekadar rekan, melainkan simbol perjuangan dan harga diri pengemudi ojol.
Persaudaraan yang Tak Pernah Padam

Prosesi pemakaman di TPU Karet Bivak berlangsung haru. Deru knalpot motor yang biasanya riuh, kali ini terdengar lirih dan tertib, seolah menjadi pengiring kepergian Affan menuju peristirahatan terakhirnya.

Di atas pusara yang masih merah, doa-doa dipanjatkan. “Kita kehilangan satu, tapi semangatnya hidup di ribuan hati kita,” ucap salah satu koordinator komunitas ojol dengan suara bergetar.

Kepergian Affan Kurniawan meninggalkan luka mendalam, tetapi juga mengikat lebih erat tali persaudaraan antar-driver ojol di seluruh penjuru negeri. Ia pergi, namun kisahnya menjadi pengingat bahwa solidaritas sesama manusia adalah warisan yang tak akan pernah padam.

Post a Comment

Previous Post Next Post