Dukung Rahmat Mirzani Djausal, Aktivis 98 Lampung: Paling Mungkin Menang



Sederet tokoh aktivis 98 di Lampung mendeklarasikan dukungan kepada bakal Calon Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Pilgub 2024 mendatang.

Mereka yang hadir yakni Ketua Kolaborasi Patriot Indonesia (KOPI) Aktivis 98 Harris Rusly Moti, mantan Ketua PRD Lampung Cahyalana, Abu Hasan, Tomi Samanta, dan lainnya.

Menurut Cahyalana, aktivis 98 mendukung Rahmat Mirzani Djausal lantaran dialah sosok yang paling mungkin dan paling tepat untuk menang menjadi Gubernur Lampung.

"Yang paling mungkin dan paling tepat untuk menang adalah beliau. Muda, pengalaman ada, dan punya hubungan langsung dengan pusat," kata Cahyalana di Bandar Lampung, Sabtu (8/6) malam.

Sementara itu, Tomi Samanta menyampaikan alasan lain pihaknya mendukung Mirza adalah supaya ada sinkronisasi program pusat dan daerah. Dukungan itupun mereka sampaikan tanpa syarat.

"Kami mendukung Rahmat Mirzani Djausal, terserah siapa wakilnya nanti. Dukungan kami bukan paket, saya yakin wakil pilihan dia adalah yang terbaik sesuai visi dan misi dia," ujarnya.

Haris Rusli Moti yang merupakan aktivis 98 dan mantan komandan relawan TKN Prabowo-Gibran berharap, kepala daerah yang terpilih nantinya mencantumkan visi misi dan program prioritas Prabowo-Gibran, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

"Ada tiga program yang sangat strategis, yakni program makan bergizi gratis untuk pelajar, bantuan gizi untuk ibu hamil dan balita dan program sekolah unggulan untuk pelajar," ujarnya.

Menurutnya, meski itu program pusat tapi yang akan melaksanakannya nanti adalah pemerintah daerah. Sehingga sangat diperlukan kepala daerah yang visi misinya sejalan dengan pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan Mas Mirza sebagai ketua Gerindra beliau menjadi motor dalam melaksanakan visi misi program Prabowo-Gibran sebagai kepala daerah," tambahnya.

Menanggapi itu, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, misinya maju sebagai calon Gubernur adalah untuk mempercepat janji-janji Prabowo sampai ke masyarakat.

"Lampung APBD nya kecil, ada pembangunan yang gak perlu APBD sehingga butuh kolaborasi dengan pusat. Kita harus bisa berjalan beriringan dengan pemerintah pusat, sembari melaksanakan program-program daerah seperti perbaikan infrastruktur," jelasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post