Munir Blangkon Ijo Yang Santri, Pengusaha sekaligus Politisi Muda

"Politik merupakan usaha-usaha perbaikan manusia menuju jalan keselamatan dunia & akhirat". Imam Al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkam Al-Sultonniyah.


Kutipan kata-kata itulah yang menjadi spirit, motivasi, jargon, dan pengertian politik yang dijadikan pegangan oleh Munir Abdul Haris, S. Sos.I, dalam terjun ke gelanggang politik praktis. dalam banyak kesempatan dipertemua-pertemuan relawan dan tim pemenangan, munir selalu mengutip apa yang disampaikan oleh imam al-mawardi tersebut. Wajar kiranya bahwa bagi munir politik adalah usaha-usaha perbaikan menuju jalan keselamatan dunia & akhirat, tidak seperti pengertian politik yang seringkali dimaknai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dan meraih sesuatu, karena politisi muda NU-PKB ini mempunyai latar belakang santri tulen.

Saya menghabiskan masa kecil saya dari kelas 1 MI Raudltul Huda sampai kelas 6 MI Raudhlatul Huda di Pondok Pesantren Raudhlotussholihin Purwosari, Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah Asuhan Romo KH. Jamaluddin Al-Busthomy, oleh karena nya purwosari ini adalah kampung halaman saya yang kedua setelah tanah kelahiran saya sendangmulyo, tutur munir dalam satu kesempatan pertemuan di komplek pon-pes Raudhlotussholihin purwosari. Setelah itu menamatkan MTs Yasalma di Pon-Pes Krapyak D.I. Yogyakarta, menamatkan MA MINAT di Pon-Pes Al-Ihya Ulumaddin kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah., setelah itu melanjutkan kembali di UIN Sunan Kalijaga D.I. Yogyakarta dan pondok krapyak.

Munir mempunyai bakat kepemimpinan sudah tertempa sejak remaja, setidaknya sejak MTs sudah menjadi ketua kelas, kemudian ketua OSIS, Pradana pramuka, dan ketika mahasiswa aktif diberbagai organisasi, mulai dari media kampus LPM RHETOR, KORDISKA (Korp dakwah Islamiyyah Sunan Kalijaga), HIPMALA (himpunan pelajar mahasiswa lampung jogjakarta), Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga D.I. Yogyakarta, penggagas FKMJ (forum komunikasi mahaiswa Jogjakarta), Penggagas FAM-J (front aksi mahasiswa jogjakarta), Presidium BEM Se-Indonesia, serta aktif diorganisasi ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Kemudian munir menjadi wakil sekretaris DKN Garda Bangsa dan Tenaga Ahli Anggota Komisi X DPR RI 2019-2024. Bahkan munir menjadi salah satu aktivis PMII yang beruntung di jaman nya karena buku yang ditulisnya dengan judul Muhammad SAW & Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas mendapatkan kehormatan kata pengantar langsung dari Gus Dur atau KH. Abdurrahman Wahid pada saat itu.

Eks Demonstran yang juga Aktivis gaek PMII ini kemudian mencoba peruntungan dengan terjun ke gelanggang politik praktis, setelah beberapa kali gagal, 2024 ini akhirnya terpilih sebagai Anggota DPRD Propinsi Lampung periode 2024-2029 dari dapil 7 kabupaten lampung tengah. Selain didunia politik munir juga aktif didunia usaha menjadi owner beberapa perusahaan yang bergerak diperdagangan dan jasa. Dan juga menjadi Wakil Ketua Umum KADIN Propinsi Lampung periode 2023-2028. Selain dalam dunia usaha dan politik munir juga tercatat sebagai pengurus ormas keagamaan sebagai Wakil Ketua PW RMI NU Propinsi Lampung 2018-2023, kemudian Wakil Kaatib PWNU Propinsi Lampung periode 2023-2028.

Lengkap kiranya figur munir menjadi inspirasi bagi para santri yang ingin terjun kedunia usaha dan politik sekaligus, dan tentunya kita tunggu kiprah-kiprahnya untuk mempengaruhi kebijakan publik yang manfaat untuk rakyat banyak dipropinsi lampung ini.

Post a Comment

Previous Post Next Post