Politik Balas Budi: Caleg Gerindra Bandarlampung Ajak Warga Jalan-jalan Gratis



Yunika Indahayati, calon legislatif DPRD Bandarlampung dari Partai Gerindra, kini tengah dalam sorotan publik.

Ia diduga melakukan mobilisasi warga di kecamatan Sukarame dan Sukabumi.

Mobilisasi ini menargetkan ibu-ibu pengajian dengan iming-iming pakaian seragam pengajian sebagai insentif.

Namun, dibalik iming-iming tersebut, warga diminta untuk mendata atau memfoto Kartu Keluarga (KK) mereka.

Sejumlah warga, termasuk seorang ibu di Sukabumi, menyebutkan bahwa tindakan ini terasa seperti intimidasi halus.

Mereka mengungkapkan bahwa jika tidak memilih Yunika Indahayati, mereka khawatir akan ditandai atau mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

“Kalau gak milih ditandai orangnya, seolah ngancem,” ungkap perempuan berusia 38 tahun yang turut didata, Senin, 5 Februari 2024.

Selain itu, Yunika Indahayati juga diduga menggunakan strategi lain untuk meraih simpati pemilih.

Sebagai founder PT Avenka Cahaya Nusantara dan Wakil Bendahara DPC Gerindra Kota Bandarlampung, ia disebut mengajak warga untuk jalan-jalan gratis.

Warga yang merasa terlibat dalam kegiatan tersebut menyebutnya sebagai politik balas budi.

Mereka mengungkapkan bahwa tindakan seperti ini membuat ibu-ibu pengajian merasa terpaksa memilih Yunika Indahayati karena alasan tidak enak.

Selain daripada itu, warga yang lain ikut menegaskan bahwa demokrasi terancam jika caleg dengan gagasan bagus dan pintar harus kalah oleh mereka yang mungkin kurang berkualitas, namun memiliki sumber daya finansial yang lebih besar.

Keberlanjutan kasus ini dan respons dari Partai Gerindra akan menjadi perhatian masyarakat.

Sementara hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait etika kampanye dan pengaruh finansial dalam proses demokrasi.

Post a Comment

Previous Post Next Post