Estafet Kepemimpinan 2024 Menuju Indonesia Emas 2045



OPINI – Indonesia akan memperpingati dirgahayu 100 tahun kemerdekaannya. Visi Indonesia Emas 2045 tersebut dirumuskan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan diluncurkan oleh Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo pada 9 Mei 2019.

Faktor yang mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 yang pertama adalah mewujudkan negara yang stabil dari berbagai sektor. Kedua yaitu kesinambungan pemimpin dalam mencapai tujuan tahun 2045. Pasalnya, pemerintahan itu bagaikan tongkat estafet dimana pembangunan tidak bisa dicapai secara instan, dibutuhkan program berkelanjutan. Bukan sebaliknya ganti kepemimpinan ganti program.

Generasi Emas 2045 merupakan sebuah wacana, dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Diseminasi gagasan itu gencar dilakukan untuk menginspirasi generasi muda agar lebih bersemangat dalam belajar dan berkarya di segala bidang.

Karena itu, pemilu 2024 merupakan agenda hebat bangsa ini meretas jalan sejarah yang telah mendorong generasi muda menjadi pemimpin nasional. Gibran Rakabuming Raka adalah sosok pemuda sebagai refresentasi keterwakilan bagi seluruh pemuda indonesia yang dipersiapkan bangsa ini menyambut Indonesia Emas 2045.

Secara terminologi, pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Sementara, kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

Generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa. Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif dan juga memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Tanpa adanya peran pemuda sebuah bangsa akan sulit mengalami perubahan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, pemuda memiliki peran besar untuk membantu menyejahterakan masyarakat dalam berbagai bidang. Peran tersebut juga mampu membantu kemajuan suatu bangsa. Pola pikir yang dimiliki pemuda bisa diterapkan dalam masyarakat sekitar untuk menuju hidup yang lebih baik lagi.

Peran penting pemuda pada pemilu 2024, memiliki peran strategis dengan menjual ide/gagasan kepada pemangku kepentingan, bekerja sama dengan penyelenggara pemilu, dan ikut mengawasi dan menjadi bagian partai/peserta pemilu untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas.

Kombinasi kepemimpinan “yang tua dan yang muda” pada pilpres 2024 ini adalah gaya kepemimpinan yang sangat cocok dengan kaum milenial dan Z seperti, gaya kepemimpinan adaptif, gaya kepemimpinan suportif, dan gaya kepemimpinan apresiatif. Gaya kepemimpinan adaptif adalah gaya kepemimpinan yang dapat menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi.

Pemimpin pada era milenial perlu mengaplikasikan karakter kepemimpinan yang ideal pada era generasi milenial, yaitu pemimpin berkemampuan digital yang handal, pembangun hubungan harmoni dan ideal, demikian juga sebagai pemimpin yang selalu memberi tantangan, serta pendorong kolaborasi untuk meningkatkan motivasi.

Generasi milenial adalah masyarakat sosial yang melek dan adaptable pada teknologi. Mereka cenderung suka memanfaatkan teknologi untuk mempermudah segala aktivitas, tak terkecuali aktivitas belanja. Dengan kemajuan teknologi cara pembayaran membuat generasi ini makin cashless (cenderung tak membawa uang tunai).

Kepemimpinan digital diperlukan dalam proses transformasi digital yang tengah digalakkan pemerintah saat ini untuk mengawal perubahan, pembuatan kebijakan, pemanfaatan teknologi, pengendalian dan pengawasan. Hadirnya pemimpin digital ini dapat mendorong percepatan transformasi di dalam organisasi.

Menjadi pemimpin yang baik di era digital harus memiliki wawasan yang luas, percaya diri, mampu berkomunikasi dengan tim, visioner, bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, berani mengambil risiko.

Untuk menjadi pemimpin di era digital, seseorang harus memiliki dua prinsip krusial, yakni kemampuan beradaptasi dan kemampuan ketangkasan serta kecerdasan dalam melakukan sesuatu (agility) untuk menyesuaikan rantai nilai perusahaan dengan pasar, industri, dan ekosistem digital yang lebih efektif.

Prabowo-Gibran adalah kombinasi gaya kepemimpinan “yang tua dan yang muda”. Gibran Rakabuming Raka adalah refresentasi kaum milenial muda yang dipersiapkan pada “Pemilu 14/2/2024” menyambut Indonesia Emas 2045.

OMBINTANG; Pelopor Berdirinya Forum Diskusi Aliansi Gerakan Mahasiswa Mencermati Issu-Issu Strategis Pro Demokrasi Tanpa Bentuk Anak Kampung Masuk Kota

Post a Comment

Previous Post Next Post