Masyarakat Keluhkan Buruknya Pekerjaan Rehabilitasi Ruang Perpustakaan di SDN 08 Krui

 


Pesisir Barat - Setelah Dua pekerjaan pembangunan pagar sekolah viral akibat buruknya pengerjaan, proyek di Kabupaten Pesisir Barat kembali dipersoalkan masyarakat, kali ini rehabilitasi ruang perpustakaan di Sekolah Dasar Negeri 08 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah diduga hanya menjadi ladang kontraktor cari untung.

Pasalnya, rehabilitasi Satu ruang perpustakaan yang menghabiskan anggaran hingga 114 Juta Rupiah lebih ini dinilai masyarakat tak sesuai dengan realisasi dilapangan.

Menurut sumber media ini, pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV.Rimbun Embun tersebut banyak menggunakan bahan-bahan bekas ruangan lama, seperti pada semua bagian kusen jendela belakang yang hanya diganti kacanya sedangkan kayu jendela terlihat sudah rapuh, serta plur lantai bagian luar yang hanya dilapisi tipis oleh adukan semen, dan bahkan saat ini telah mengalami kerusakan di berbagai sisi.

"Belum lagi jaringan listrik yang rusak dan menyebabkan lampu bagian depan tak menyala, selain itu kusen-kusen jendela untuk menahan kaca hanya memakai kayu sambungan, bukan memakai kusen yang langsung mengunci kaca, sehingga dapat membahayakan siswa saat mengenyam pendidikan," tukasnya saat diwawancarai dan meminta namanya disamarkan.

Kerusakan juga terjadi pada pintu bagian depan yang telah retak, serta kunci dan penahan jendela (hak angin) sangat rapuh dan sebagian hampir copot padahal proyek ini baru selesai dikerjakan sekitar Satu bulan. 

Selain itu dibagian atap, pemasangan paku pada atap jenis spandex tersebut sudah timbul, dan diprediksi tidak akan bertahan lama, mengingat sekolah ini bersebelahan dengan laut dan kerap dilanda angin kencang.

Masyarakat menilai pekerjaan proyek untuk rehabilitasi ruangan berdiameter kurang lebih 9x8 Meter ini tak lazim dengan nilai pekerjaan yang menghabiskan dana sampai ratusan juta rupiah, namun pada kenyataannya realisasi pekerjaan jauh dari harapan.

Sumber berharap agar pekerjaan proyek di Dinas Pendidikan tidak dikerjakan asal jadi, mengingat sekolahan merupakan tempat anak-anak mengukir masa depannya, sehingga keselamatan anak saat mengenyam pendidikan harus terjamin.

"Keselamatan anak kita saat sekolah kan harus terjamin, ini pekerjaan yang baru jadi saja sudah begini, ditambah lagi ada bangunan ditengah sekolah yang kondisinya hampir ambruk, kondisi ini benar-benar memprihatinkan," katanya.

Hinga berita ini diterbitkan pihak terkait belum memberikan keterangan. (Andrean/AKJII)

Post a Comment

Previous Post Next Post