Fakta Pemda dan Masyarakat Terbebani, Ari Meizari: Klaim PRL 2023 Sukses



BANDARLAMPUNG – Sesuai fakta dilapangan penyelenggaraan PRL membebankan pemda dan masyarakat atas kenaikan tiket. Dan parahnya lagi pemda harus membayar tiket masuk ketika adanya artis.


Padahal jelas MoU antara Pemprov Lampung dan pihak Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) harga penjualan tiket masuk PRL tidak boleh lebih dari Rp10. 000/orang. Sepanjang, tiketin tidak berlaku kepada pejabat pemerintah. Seperti pejabat Provinsi maupun kabupaten/kota dan Forkopimda.

Sementara, Ary Meizari Alfian selaku Ketua Apindo Lampung mengklain sangat puas dengan berjalannya PRL 2023. Banyak capaian yang menurutnya sudah dilakukan dan diraih. Ia juga sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung PRL 2023.

“Terimakasih untuk Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh masyarakat yang sudah memberikan dukungan, sehingga PRL 2023 berjalan sukses dan lancar,” ungkapnya di Sekretariat PRL, di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (21/10) sore.

Dari pantauannya, Ari menilai seluruh pihak yang terlibat puas dengan pelaksanaannya. Pemerintah daerah juga bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, dengan menampilkan wajah anjungan masing-masing daerah dengan meriah kreatif.

“Masyarakat jadinya senang bisa berkunjung ke Anjungan kabupaten atau kota. Karena banyak yang bisa dilihat, baik dari pembangunannya maupun potensi daerahnya. Seluruh stan baik pemerintah maupun swasta juga selalu ramai setiap harinya,” terus Ari.

Tentu saja Apindo tidak menampik jika ramainya pengunjung PRL, karena adanya artis-artis tanah air yang mengisi acara. Mulai dari Chintya Gabriella, NDX AKA, Threesixty, Tipe-X, Oom Leo feat El Rumi, hingga The Changcuters.

“Kami pilihkan musisi-musisi yang sangat dinantikan para fansnya. Terbukti setiap ada penampilan musisi tanah air, PRL lebih ramai dari hari biasanya,” papar Ari lagi.

Lebih lanjut Ari berharap, masyarakat bisa tercerahkan setelah mengunjungi PRL 2023. Banyak informasi yang bisa diambil dan dibagikan. Untuk itu, ia juga meminta dukungan masyarakat supaya menjaga pembangunan Lampung bisa terlaksana dengan baik. Selain itu, semoga pelaksanaan PRL ke depan semakin semarak.

Berita sebelumnya, Pekan Raya Lampung (PRL) tahun 2023 akan berakhir pada hari, Sabtu (21/10/2023) besok. Namun banyak catatan yang harus di evaluasi oleh Pemprov Lampung yang hal ini Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

Melalui informasi yang didapat media ini, bahwa sesuai isi Mou Pemprov Lampung dan Asosiasi Perusahaan Indonesia (Apindo) banyak melakukan pelanggaran,jauh dari kesepakatan yang dibahas sebelum penyelenggaraan PRL.

Salah satu isi poin Mou, penyelenggaraan PRL tidak boleh membebankan masyarakat seperti tiket. Harga penjualan tiket masuk PRL tidak boleh lebih dari Rp10. 000/orang.

Kemudian, tiketin tidak berlaku kepada pejabat pemerintah. Seperti pejabat Provinsi maupun kabupaten/kota dan Forkopimda, ” ujar salah satu sumber Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) yang meminta merahasiakan namanya, Jum’at (20/10/2023).

Namun, temuan fakta dilapangan masyarakat sangat terbebani dengan biaya tiket masuk dengan nilai berubah-ubah. Artis NDX sebesar Rp 20.000, artis Tipe-X sebesar Rp 35.000 sampai Rp 50.000, dan belum lagi artis lainnya.

Selanjutnya, terkait viralnya video Kabag Kesbangpol Lampung Timur, Syahrul Syah yang diunggah oleh akun tiktok @Barakcodam soal pungutan biaya tiket masuk Pekan Raya Lampung (PRL).

Melalui unggahan akun tiktok @Barakcodam. Seorang ASN tersebut mendapatkan perlakuan tidak baik oleh panitia. Sudah dua kali. Kejadian pertama saat staf Kabag Kesbangpol Lampung Timur, Syahrul Syah melakukan kunjungan ke PRL dan sudah menunjukkan SPT. Tetap dimintai biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000.

“Kemudian, kejadian kedua, itu ada videonya yang viral. Juga tetap dimintai tiket masuk sebesar Rp 20.000 walaupun staf sudah menunjukkan SPT. Dengan harga tiket berbeda-beda.

“Padahal niat Syahrul kedatangan ke PRL bukan menjadi pengunjung. Bukan untuk menonton artis. Namun mendapat tugas oleh Bupati.

Sementara, baru-baru ini ada kejadian soal tiket yang dikeluhkan salah satu Kepala Pejabat Eselon II Pemprov Lampung.

“Iya mas benar kami masih diminta biaya oleh panitia. Padahal kami hanya mengunjunginya stan, bukan nonton artis, ” ujarnya yang juga meminta namanya dirahasiakan.

Kegiatan PRL juga jauh dari konsep penyelenggaraan, tidak adanya ikon yang menjadi ciri khas PRL. Dan jauh dari penampilan 50 persen informasi capaian dan 50 persen aspek komersial.

Selain itu, adanya kenaikan tiket dimanfaatkan oleh oknum penjaga pintu PRL yang ada diberbagai titik pintu masuk.

Oknum tersebut membantu pengunjung dengan biaya masuk lebih murah. “Silahkan masuk mas, bayar ke kita saja lebih murah daripada ke panitia.

“Saat dikonfirmasi pengunjung tersebut. Ia merasa senang sangat terbantu masuk ke PRL dengan biaya sangat murah. Kami menyayangkan panitia PRL mematok biaya tiket cukup mahal. Padahal jelas harga tiket sebesar Rp 10.000, ” ujar Eko warga rajabasa ini.

Mengenai dokumen MOU antara Pemprov Lampung dan Apindo. Biro Pemerintahan dan Otda membantah bahwa sampai saat ini belum dikembalikan oleh pihak Biro Perekonomian.

“Belum ada ke kita sampai saat ini mas. Itu lempar-lemparan Biro itu saja, ” ujar salah satu staf tersebut dengan nada kesal.

Diberita sebelumnya, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Lampung, Rinva Yanti saat ditanya terkait isi MOU dengan Apindo.

“Wah, kalau itu tidak bisa mas. Itu antara pihak Pemprov dan Apindo. Tetapi silahkan saja tanyakan hal itu ke Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) kerjasama, karena mou kewenangannya ada di sana, ” ucap dia dengan singkat.

Post a Comment

Previous Post Next Post