Program Biling Anak Sekolah Tahun 2023 Pemkot Bandar Lampung Ditolak di DPRD


Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama DPRD membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 Tahap II dan sepakat ditolak pada rapat paripurna di DPRD Bandarlampung, Rabu (27/9/2023).

Terdapat perubahan pada beberapa anggaran yang ada, mengenai program Bina Lingkungan (Biling) berupa bantuan tas dan perlengkapan sekolah untuk siswa pada dinas pendidikan.

Tak hanya itu program Satgas sosialisasi mengenai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kenakalan remaja pada dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ikut dicoret saat pembahasan anggaran perubahan di DPRD Kota Bandar Lampung.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Bandar Lampung M Nur Ramdhan menjelaskan Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan dana Rp30 miliar dalam APBD 2023 untuk program Biling.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, anggaran itu untuk penyediaan perlengkapan sekolah siswa,” jelasnya pada media pada Kamis (23/2/23).

Disisi lain, Kasi (Kepala Sub Bidang) Kelembagaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri mengatakan setelah 2 tahun tak dianggarkan program Biling akan dijalankan kembali sehingga peserta didik yang masuk jalur tersebut mendapatkan bantuan.

“Dua tahun tidak berjalan karena pandemi, sekarang dianggarkan lagi,” kata Mulyadi Syukri pada awak media.

Sementara, Eva Dwiana mengungkapkan anggaran untuk pembelian tas dan perlengkapan sekolah untuk siswa billing dicoret oleh DPRD karena menyesuaikan anggaran yang tersedia.

“Anggaran untuk pembelian Tas dan perlengkapan sekolah dibatalkan dan akan dianggarkan kembali untuk tahun anggaran 2024,” ungkapnya.

Mengenai anggaran untuk Satgas Sosialisasi pada dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dibatalkan Eva mengatakan bahwa, program tersebut adalah program pusat anggaran dari pusat tidak ada, jadi tidak dilanjutkan karena dana APBD tidak tersedia.

“Program satgas sosialisasi tersebut adalah program pusat, namun anggaran dari pusat tidak ada, sementara tidak dilanjutkan karena APBD kita belum cukup,” imbuhnya.

Disinggung lebih lanjut mengenai penjualan aset yang sudah direncanakan oleh pemkot, Eva Dwiana mengungkapkan hal tersebut baru sebatas rencana belum bisa direalisasikan untuk tahun ini.

“Penjualan aset itu hanya sebatas rencana saja belum sampai tahap untuk dijual, jadi penjualan aset tidak dapat direalisasikan,” pungkasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post