Mengejutkan! Uang Rp 30 Juta Diduga Hasil 'Infak' Suap Unila Mengalir ke Said Aqil Siradj

Nama mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj turut mencuat dalam persidangan perkara penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Kamis (26/1).




Mencuatnya nama Said Aqil Siradj itu saat saksi Mualimin dosen kontrak di Universitas Lampung dihadirkan sebagai saksi untuk tiga terdakwa yakni Karomani, Heryandi dan M Basri.

Diketahui, Mualimin merupakan orang kepercayaan mantan Rektor Unila, Karomani, dalam mengumpulkan infak untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Nama Said Aqil Siradj muncul berawal saat jaksa penuntut umum KPK RI bertanya kepada saksi terkait catatan penerimaan uang infak yang dicatat oleh Mualimin atas perintah Karomani.

Kemudian jaksa juga menanyakan terkait pengeluaran uang infak untuk berbagai keperluan.

"Itu amplop Rp 30 juta untuk siapa ini? Amplop SAS," kata jaksa penuntut umum KPK RI Agus Prasetya Raharja.

"Said Aqil Siradj yang ketua PBNU," jawab saksi Mualimin.

"Apa kaitannya? Hubungannya apa?" tanya jaksa kembali.

"Ngasih aja kebetulan beliau datang ke Lampung ngisi pengajian," ucap saksi Mualimin.

Jaksa kemudian kembali bertanya kepada Mualimin apakah Said Aqil Siradj tahu jika uang tersebut uang dari infak mahasiswa baru.

"Beliau tahu gak itu uang dari infak mahasiswa baru?" kata jaksa KPK.

"Gak tau Pak," jawab saksi Mualimin.

Barang bukti menampilkan pemberian uang kepasa eks Ketum PBNU Said Aqil Siroj di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (26/1/2023)

Diketahui, dalam persidangan ini, Mualimin mengakui jika dirinya diperintahkan oleh mantan Rektor Unila Karomani untuk mengumpulkan uang infak sejak tahun 2020 lalu.

Sebagian uang infak yang berasal dari para pihak mahasiswa titipan itu digunakan juga untuk pembangunan gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Selain nama Said Aqil Siradj, dalam persidangan ini. Jaksa JPU KPK juga menunjukkan nama-nama warga Nahdlatul Ulama (NU) lainnya yang menjadi donatur pembangunan Gedung LNC.

Berikut nama-nama warga Nahdlatul Ulama yang memberikan infaq pembangunan Gedung LNC.

1. Prof Mukri sebesar Rp 400 juta
2. Prof Asep Sukohar sebesar Rp 200 Juta
3. Lusi sebasar Rp 150 Juta
4. Dosen-dosen sebesar Rp 450 Juta
5. Karomani sebesar Rp 300 juta
6. Muhartono sebesar Rp 100 Juta
7. Dekan FISIP sebesar Rp 100 Juta
8. Dekan MIPA sebesar Rp 100 Juta
9. Dekan Hukum sebesar Rp 100 Juta
10. Bupati Lampung Timur Dawam Rahardjo sebesar Rp 100 Juta
11. Tanggamus sebesar Rp 100 Juta
12. Rudi sebesar Rp 50 Juta

Post a Comment

Previous Post Next Post