Tiga Hari Hilang Terseret Arus, Pelajar Lampung Barat Ditemukan Meninggal di Pantai Balam Pesisir Barat


 PESISIR BARAT — Upaya pencarian maraton yang dilakukan Tim SAR gabungan terhadap Rangga Adriana (17), seorang pelajar asal Kabupaten Lampung Barat yang dilaporkan hilang tenggelam di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) pagi usai pencarian intensif selama tiga hari.

Rangga, yang diketahui merupakan warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, sebelumnya dilaporkan hilang misterius sejak Selasa (22/9/2026) malam. Tanda awal keberadaan korban terdeteksi setelah tim menemukan sepeda motor milik korban terparkir di kawasan perkebunan mengarah ke pantai, lengkap dengan ponsel serta celana dalam jok, dan sepasang sandal hitam di tepi pantai Pekon Balam.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, melalui Kapolsek Pesisir Utara Iptu Dr. Sutomo, menjelaskan bahwa penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat yang hendak berangkat melaut untuk mencari ikan.

“Saksi melihat sesosok mayat mengambang di laut. Kemudian akibat terdorong arus dan hempasan ombak, jasad korban perlahan terbawa hingga ke pinggir pantai Pekon Balam,” terang Iptu Sutomo.

Hasil proses identifikasi dan pencocokan fisik mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Rangga Adriana bin Udin Safrudin. Pihak keluarga korban yang tiba di lokasi menyatakan menerima musibah tersebut sebagai musibah serta menandatangani surat penolakan autopsi untuk dapat segera memakamkan jenazah.

Dantim Rescuer Basarnas Lampung, Afriandi, memaparkan bahwa posisi ditemukannya jasad korban berada sekitar 0,9 kilometer dari estimasi titik awal (last known position) korban terseret arus pantai.

"Korban ditemukan sekira pukul 07.00 WIB. Setelah dievakuasi dari pantai, jenazah dilarikan ke Puskesmas Pugung Tampak untuk proses identifikasi medis sebelum akhirnya diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke rumah duka di Lampung Barat," jelas Afriandi.

Operasi SAR berskala besar ini melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, Polsek Pesisir Utara, Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta dibantu masyarakat dan nelayan lokal. Seiring ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup. Pihak kepolisian mengimbau warga dan wisatawan untuk selalu mewaspadai dinamika cuaca dan keselamatan saat beraktivitas di pesisir pantai Pesisir Barat.

Post a Comment

Previous Post Next Post