Lantik Viviyanti Sebagai Kepala SMKN 1 Sidomulyo, Kadisdikbud Lampung Tekankan Integritas dan Profesionalitas


 BANDAR LAMPUNG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, secara resmi melantik Viviyanti, S.Pd., M.Pd., sebagai Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Kantor Disdikbud Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Jumat (11/9/2026).

Sebelum dipercaya memimpin SMKN 1 Sidomulyo, Viviyanti bertugas sebagai tenaga pendidik di SMKN 5 Bandar Lampung. Pengangkatan dan alih tugas kepala sekolah ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: 800.1.3.3/12/VI.04/2026.

Acara pelantikan tersebut turut disaksikan dan dihadiri oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, serta jajaran pejabat di lingkungan Disdikbud Provinsi Lampung.

Dalam arahannya, Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah bukanlah sekadar posisi struktural atau formalitas semata, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalitas tinggi.

"Saya berharap amanah yang diberikan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalitas. Jabatan kepala sekolah bukan sekadar sebuah posisi, tetapi merupakan amanah untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik," tegas Thomas Amirico saat memberikan sambutan.

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Manajemen Sekolah

Thomas Amirico juga memberikan arahan khusus kepada seluruh kepala sekolah agar senantiasa bekerja sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku. Ia mengingatkan pentingnya menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam tata kelola keuangan maupun manajemen operasional satuan pendidikan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

Selain tata kelola administrasi, kepala sekolah diminta aktif membangun hubungan komunikasi dan sinergi yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua siswa, hingga masyarakat luas.

Menurut Thomas, rotasi dan mutasi pimpinan sekolah harus dijadikan sebagai momentum untuk menyuntikkan energi baru serta memicu perubahan positif di satuan pendidikan yang dipimpin.

"Ukuran keberhasilan seorang kepala sekolah bukan semata-mata jabatan yang diemban, tetapi perubahan positif yang mampu diwujudkan di sekolah dan kemajuan yang dirasakan oleh peserta didik," kata Thomas menutup pengarahannya.

Post a Comment

Previous Post Next Post