JAKARTA — Presiden Republik Indonesia menerima kunjungan kehormatan delegasi tingkat tinggi dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Wang Yi dan Menteri Pertahanan Dong Jun di Kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).
Pertemuan bilateral tersebut membahas penguatan kemitraan strategis komprehensif, stabilitas kawasan Indo-Pasifik, serta kerja sama konkret di sektor ekonomi, keamanan maritim, dan pertahanan.
Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, menilai langkah diplomasi Presiden mempertegas konsistensi Indonesia dalam mengimplementasikan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif melalui pendekatan pragmatic non-alignment.
"Pertemuan ini merupakan manifestasi nyata dari doktrin politik bebas dan aktif yang adaptif. Indonesia tidak membatasi diri untuk berkolaborasi dengan kekuatan besar mana pun, selama berpijak pada asas saling menghormati," ujar Teguh Santosa di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Teguh menambahkan bahwa kehadiran Menteri Pertahanan Tiongkok memiliki bobot strategis untuk membangun confidence-building measures (CBM) guna mencegah eskalasi di area sensitif seperti Laut Natuna Utara serta menjaga jalur pelayaran internasional.
Dari sisi geoekonomi dan kedaulatan industri, diplomasi ini dinilai memperkuat posisi tawar Indonesia dalam menarik investasi berkualitas untuk mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus menjaga sentralitas ASEAN sebagai jangkar penyeimbang kawasan (stabilizing power).
Post a Comment